Peran data dalam perkembangan industri kreatif

image description

Di era persaingan teknologi informasi dan digital, data menjadi kebutuhan setiap perusahaan dan profesional dari berbagai sektor untuk mengembangkan usaha.

Pemahaman tentang data perlu ditanamkan dalam hampir setiap industri untuk menumbuhkan pemahaman dan proses kreatif generasi muda dalam persaingan yang semakin ketat.

Proses pendalaman ilmu seputar data hadir dalam ajang Data Science Weekend (DSW) 2016 yang usai digelar pada 3-5 Desember 2016, di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Acara kolaborasi Data Science Indonesia dengan Departemen Statistika Universitas Islam Indonesia, menghadirkan lebih dari 30 data and tech leaders dalam rangkaian conference, training, international paper presentation, exhibition, dan showcase.

Mengusung tema "The Art of Growing", DSW 2016 hadir untuk menanamkan urgensi ilmu data di setiap lini bisnis, serta menumbuhkan pemahaman pentingnya proses kreatif dalam menerapkan ilmu data kepada peserta yang hadir, mulai dari profesional dari berbagai sektor pemasaran, bisnis, IT, operation, dan industri kreatif.

Peserta yang hadir dalam DSW 2016 diberikan tantangan dan berbagai masalah yang dihadapi di lingkungan kerja. Fajar Jaman, Ketua Yayasan Data Science Indonesia mengungkapkan jika salah satu industri yang menjanjikan tumbuh di masa yang akan datang, salah satunya adalah industri kreatif. Industri ini akan menjadi tonggak persaingan sehat pelaku industri dalam mengembangkan usahanya.

"Atas tujuan tersebut, kami menetapkan target peserta yang berasal dari startup, banking, industri kreatif, dan akademisi. Kami sadar bahwa mereka sangat strategis untuk menjangkau kesejahteraan masyarakat lebih luas lagi menggunakan kreatifitas data science," tuturnya.

Ketersediaan data yang melimpah juga menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda untuk diolah menjadi big data. Big data yang tercatat di masa kini hingga mendatang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk segala kebutuhan kehidupan manusia. Itu sebabnya, kreativitas mengolah data dapat menjadi makna dan informasi yang berguna untuk Indonesia ke masa depan yang lebih baik.

Booth-booth yang hadir di DSW 2016.
Booth-booth yang hadir di DSW 2016.
© Data Science Indonesia

Pendukung acara DSW 2016

DSW 2016 yang juga terlibat dalam Cloudera Data Science Week Asia Pacific 2016 mendatangkan narasumber internasional, seperti Amr Awadallah (CTO dan Co-Founder Cloudera), Leroy Pinto (Head of Analytics Google SEA), Tyler Akidau (Google Software Engineer), Prof. Dr. Siti Mariyam Shamsuddin (Director of UTM Big Data Center), dan data leader terkemuka di Indonesia, seperti Nadia Alatas (Director of Cybertrend), Sofian Hadiwijaya (Co- founder pinjam.co.id), serta Wijaya (Head of Data Alliance APP).

"Kehadiran tech dan data leader dari Google dan Cloudera, serta dukungan perusahaan nasional yang sudah berpengalaman di bidang data merupakan bukti keseriusan Data Science Indonesia untuk terus menelurkan data scientist muda dan berkualitas,"pungkas Jaman.

Dukungan lain pada acara DSW 2016, juga diberikan dari berbagai sektor, yaitu Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia, Tech In Asia, dan Data Alliance APP (sebagai industry collaborator), Malaysia Digital Economy Corporation dan Badan Ekonomi Kreatif (sebagai government collaborator), Universiti Teknologi Malaysia (sebagai academic collaborator), Doku, Cloudera, Cybertrend, Google, Acer, dan Google dengan menghadirkan tim mereka sebagai trainer dan keynote speaker.

"[...]kami menciptakan ekosistem untuk lembaga pendidikan, mitra pelatihan, organisasi pemerintah, dan industri teknologi melalui pelatihan, pembinaan, untuk menghasilkan generasi baru ahli data profesional yang akan meningkatkan nilai untuk masa depan ekonomi," tutup Daniel Ng, Senior Director, Asia Pacific, Cloudera.